Intime – Pasar keuangan domestik memulai perdagangan Kamis (6/8) dengan sentimen positif. Nilai tukar rupiah menguat 22 poin ke level Rp17.911 per dolar AS, diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka naik 28,78 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.379,92. Penguatan kedua instrumen ini menjadi sinyal mulai pulihnya optimisme investor setelah sebelumnya dibayangi tekanan global.
Menguatnya rupiah dan IHSG secara bersamaan menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap aset domestik. Stabilnya nilai tukar turut memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk kembali melakukan akumulasi saham, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap pergerakan kurs.
Pada perdagangan pagi, indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 2,99 poin atau 0,47 persen ke level 636,98. Kenaikan ini mengindikasikan saham-saham berkapitalisasi besar mulai menjadi incaran investor seiring membaiknya sentimen pasar.
Meski demikian, penguatan tersebut masih tergolong terbatas. Pelaku pasar tetap mewaspadai sejumlah faktor eksternal, seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan imbal hasil obligasi AS, serta dinamika geopolitik global yang masih berpotensi memicu volatilitas.
Dari sisi domestik, penguatan rupiah ke kisaran Rp17.911 per dolar AS memberikan sentimen positif bagi pasar saham karena dapat meredakan tekanan terhadap emiten yang memiliki kewajiban dalam mata uang asing. Selain itu, stabilitas nilai tukar juga menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Apabila tren penguatan rupiah mampu bertahan dan tidak diikuti gejolak baru dari pasar global, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan berikutnya. Namun, investor diperkirakan tetap akan bergerak selektif sambil mencermati perkembangan sentimen eksternal dan data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.

