Rupiah Kian Tertekan, Sentuh Rp17.749 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Intime – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (26/5) pagi. Mata uang Garuda turun 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.749 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.744 per dolar AS.

Pelemahan ini memperpanjang tren tekanan terhadap rupiah di tengah kuatnya dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi global. Posisi rupiah yang nyaris menembus level psikologis Rp17.800 per dolar AS memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

Analis menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari global, sikap bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang masih mempertahankan suku bunga tinggi membuat arus modal asing cenderung keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Sementara dari dalam negeri, kebutuhan impor dan permintaan dolar AS dari korporasi ikut menekan kurs rupiah.

Jika tekanan terus berlanjut, pelemahan rupiah berpotensi berdampak pada kenaikan harga barang impor, biaya produksi industri, hingga risiko inflasi di dalam negeri. Kondisi ini juga menjadi ujian bagi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar global.

Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan Bank Indonesia serta perkembangan data ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini