Intime – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (26/5) pagi. IHSG turun 4,55 poin atau 0,07 persen ke level 6.201,80.
Tekanan juga terjadi pada kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 tercatat melemah 1,83 poin atau 0,29 persen ke posisi 629,38, menandakan aksi jual mulai menyasar saham-saham berkapitalisasi besar.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah sentimen negatif global yang masih membayangi pasar keuangan. Tekanan terhadap rupiah, kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia, hingga tingginya suku bunga Amerika Serikat menjadi faktor yang membuat investor cenderung menahan transaksi dan memilih aset aman.
Level IHSG yang bertahan di kisaran 6.200 juga dinilai menjadi sinyal pasar masih berada dalam fase rentan. Jika tekanan jual terus meningkat, bukan tidak mungkin IHSG kembali bergerak ke zona merah lebih dalam dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.
Analis pasar menilai investor asing masih berhati-hati masuk ke pasar saham Indonesia karena tingginya volatilitas global dan ketidakpastian arah kebijakan moneter bank sentral dunia. Di sisi lain, pelemahan indeks saham unggulan LQ45 menunjukkan sentimen negatif tidak hanya terjadi pada saham lapis dua dan tiga, tetapi juga mulai menekan emiten-emiten besar.
Pelaku pasar kini menunggu sejumlah sentimen penting, mulai dari data ekonomi global, arah pergerakan rupiah, hingga potensi langkah stabilisasi dari otoritas keuangan untuk menjaga kepercayaan investor di pasar modal domestik.

