spot_img

Rupiah Melemah ke Rp 17.967, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Meningkat

Intime – Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak melemah 15 poin atau 0,08 persen menjadi Rp 17.967 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.952 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah karena semakin meningkat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah semakin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed, membawa indeks dolar AS naik mencapai level tertinggi baru 13 bulan,” ungkap dia di Jakarta, Kamis (25/6).

Pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sekitar 70 persen pada bulan September, dan kenaikan lainnya pada bulan Desember.

Investor juga tengah mengantisipasi data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang diperkirakan naik dari 0,3 persen ke 0,4 persen.

“Tidak ada data ekonomi dari domestik, dari domestik sentimen beragam, walau dana asing masuk SBN (Surat Berharga Negara), namun umumnya dari dana asing yang keluar dari ekuitas,” kata Lukman.

Menurut dia, pelemahan rupiah selama beberapa hari terakhir disebabkan lonjakan indeks dolar AS walaupun Bank Indonesia (BI) telah berupaya menjaga kurs rupiah agar tak melemah.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.900-Rp18 ribu per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak melemah 15 poin atau 0,08 persen menjadi Rp17.967 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.952 per dolar AS.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini