Rupiah Melemah ke Rp17.859, Tekanan Global dan Dolar AS Jadi Pemicu

Intime – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (2/7) pagi kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda tercatat turun 54,50 poin atau 0,31% ke level Rp17.859 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.805.

Pelemahan ini menegaskan bahwa rupiah masih berada dalam tekanan di tengah penguatan dolar AS secara global. Penguatan dolar didorong ekspektasi pasar bahwa The Federal Reserve masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga membuat aset berbasis dolar tetap menarik bagi investor global.

Kondisi tersebut memicu arus keluar modal dari sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, yang kemudian memberi tekanan tambahan pada nilai tukar rupiah di pasar valuta asing.

Selain faktor eksternal, pasar juga masih dibayangi sikap hati-hati investor terhadap prospek ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Sentimen ini membuat pergerakan mata uang negara berkembang cenderung terbatas dan rentan terhadap tekanan jangka pendek.

Meski demikian, pelemahan rupiah kali ini masih berada dalam batas fluktuasi wajar pasar. Pelaku pasar menilai pergerakan tersebut lebih mencerminkan respons terhadap kondisi global ketimbang perubahan fundamental ekonomi domestik. Namun, jika tekanan eksternal berlanjut, ruang volatilitas rupiah diperkirakan masih akan terbuka dalam beberapa waktu ke depan.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini