Intime – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (15/6) pagi menguat 82 poin atau 0,46% ke level Rp17.778 per dolar AS. Jika dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.860 per dolar AS.
Penguatan rupiah mencerminkan mulai membaiknya sentimen pasar terhadap aset-aset negara berkembang di tengah meredanya tekanan eksternal. Pergerakan mata uang Garuda juga didukung oleh meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik serta potensi masuknya kembali aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor global yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan inflasi global, serta dinamika geopolitik yang dapat memicu volatilitas di pasar keuangan.
Analis menilai penguatan rupiah pada awal pekan menjadi sinyal positif, namun pergerakannya masih akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global dan kondisi likuiditas pasar dalam beberapa hari ke depan.

