Intime – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat (10/7) pagi. Rupiah naik 63 poin atau 0,35 persen ke level Rp18.065 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp18.128 per dolar AS.
Penguatan ini menjadi sinyal positif setelah rupiah sempat tertekan hingga menembus level Rp18.100 per dolar AS. Namun, perbaikan tersebut dinilai belum cukup menjadi indikator bahwa tekanan terhadap perekonomian nasional telah mereda.
Secara fundamental, rupiah masih menghadapi tantangan dari tingginya ketidakpastian global, pergerakan dolar AS yang tetap kuat, serta kebutuhan pembiayaan fiskal di tengah proyeksi pelebaran defisit APBN 2026.
Meski demikian, apresiasi rupiah berpotensi memberi ruang bagi pemerintah dan Bank Indonesia untuk meredam tekanan inflasi impor serta menjaga stabilitas pasar keuangan. Stabilitas nilai tukar juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan moneter Bank Indonesia serta perkembangan ekonomi global yang akan menjadi penentu apakah penguatan rupiah dapat berlanjut atau hanya bersifat sementara.

