Intime – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menegaskan, kehadiran SMP negeri baru di Kelurahan Lebak Bulus menjadi jawaban atas kebutuhan warga akan akses pendidikan yang lebih dekat dan terjangkau.
Menurut Wibi, pembangunan sekolah tersebut merupakan bentuk nyata respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.
“Ini jawaban kebutuhan warga akan sekolah negeri,” ujar Wibi.
Pernyataan itu disampaikan usai rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta, pihak kelurahan, serta perwakilan warga di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/4).

Selama ini, lanjut Wibi, banyak siswa di Lebak Bulus harus bersaing dengan calon peserta didik dari luar wilayah untuk mendapatkan kursi di sekolah negeri. Dengan hadirnya sekolah baru, peluang bagi warga setempat kini semakin terbuka.
“Anak-anak Lebak Bulus kini bisa jadi prioritas,” kata dia.
Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, tenaga pengajar, serta sistem penerimaan murid baru. Pemerintah menargetkan sekolah tersebut dapat beroperasi optimal pada tahun ajaran mendatang.
“Kita dorong semua siap saat tahun ajaran baru,” tuturnya.
Wibi juga menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh bangunan fisik, tetapi juga kesiapan fasilitas belajar dan tenaga pendidik. Ia berharap, kehadiran sekolah ini mampu meningkatkan mutu pendidikan di Jakarta Selatan.
“Pelayanan harus optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, memastikan pembangunan sekolah mencakup 18 ruang kelas. Pada tahap awal, enam ruang akan digunakan untuk siswa kelas VII. “Fasilitas siap, tahun pertama kita buka enam kelas,” ungkap Nahdiana.
Ketua RW 03 Lebak Bulus, Zaenal, turut menyambut baik kehadiran SMP negeri tersebut. Ia berharap seluruh wilayah di Lebak Bulus dapat merasakan manfaat secara merata.
“Semua RW harus bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.

