Intime – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kedua peserta tersebut bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
“Anisa Muyassaroh meninggal dunia akibat “heat stroke” saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan,” kata Rico dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/6).
Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja.
Menurut Rico, Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat ‘cardiac arrest’ atau henti jantung,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, Kemhan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latsarmil.
“Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan saat ini melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program,” kata dia.
Menurut Rico, evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki guna meningkatkan keselamatan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan latsarmil.
“Kami akan mengevaluasi mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan,” ujarnya.
Ia menegaskan Kemhan terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik demi mewujudkan penyelenggaraan latsarmil yang lebih baik.
“Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” kata Rico.


