431 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Keracunan MBG

Intime – Sebanyak 431 santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/9). Para santri mengonsumsi menu MBG yang terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel.

Keluhan mulai dirasakan para santri setelah waktu maghrib. Mereka mengalami pusing, mual-mual, hingga lemas. Mayoritas santri yang mengalami gejala kemudian dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Pengurus Ponpes Manba’ul Hikam Abdul Wachid mengatakan makanan MBG tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin. SPPG tersebut saat ini telah dikenai suspend.

“Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari beliau, dari Kalitengah. Dan kami hanya menerima manfaat saja. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok, tidak benar ya,” kata Abdul Wachid, Rabu (2/9).

Abdul mengatakan jumlah santri dan santriwati di ponpes tersebut dari jenjang SMP hingga SMA sekitar 1.000 orang. Seluruh santri saat itu mengonsumsi menu MBG.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 431 santri dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Hari ini yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga telah membuka posko penanganan medis di area pesantren. Posko tersebut digunakan untuk memantau kondisi santri dan santriwati yang terdampak.

Pengurus pesantren juga ikut memantau kondisi santri yang menjalani perawatan di rumah sakit. Sebagian santri menjalani rawat inap, sementara lainnya mendapat penanganan rawat jalan.

Abdul mengatakan pihak pesantren belum memastikan apakah aktivitas pembelajaran akan tetap berjalan setelah kejadian tersebut. Menurutnya, pihak pesantren masih melihat perkembangan kondisi para santri.

“Wait and see. Lihat situasi besok. Iya, tapi semua harus tertangani secara tuntas. Ada posko dan pengurus-pengurus juga ikut memantau di tempat rumah sakit di mana anak-anak santri dirawat inap, ada yang rawat jalan,” jelasnya.

Dia berharap kondisi seluruh santri segera membaik dan proses penanganan dapat berjalan dengan baik.

“Tidak ada yang terencana, semoga baik-baik saja. Kami sudah mendampingi beliau-beliau (wali santri), semuanya sudah paham. Mungkin Anda akan naik kelas. Berkah dari musibah ya. Kita positive thinking saja pada Allah,” katanya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini