Intime – Sebanyak 49 orang di SMAN 3 Nganjuk, Jawa Timur, diduga keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan guru perempuan.
Para korban menjalani perawatan di tiga fasilitas kesehatan. Rinciannya, 20 orang dirawat di Puskesmas Begadung, 17 orang di RSUD Nganjuk, dan 12 orang di RS Bhayangkara.
Kasatgas MBG Kabupaten Nganjuk Judy Hernanto membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Namun, dia menyebut data korban masih diverifikasi.
“Benar informasi itu (siswa SMAN 3 diduga keracunan menu MBG). Untuk jumlahnya masih kami verifikasi,” kata Judy, Kamis (3/9/2026).
Guru SMAN 3 Nganjuk Andi Joko Santoso mengatakan makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Para siswa kemudian menyantap makanan tersebut.
Sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah.
“Kemudian jam dua (14.00 WIB) lebih, kok ada yang mual, ada yang pusing, ada yang muntah,” ujar Andi.
Para siswa yang mengalami keluhan kemudian dievakuasi ke Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara.
Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo mengatakan menu yang disantap para siswa berupa nasi goreng, ayam suwir, dan tahu bulat.
“Untuk menunya nasi goreng. Tadi mereka bercerita asalnya tidak merasakan apa-apa saat makan. Setelah jeda dua jam baru merasakan mual,” kata Trihandy.
Menurut Trihandy, pemerintah masih melakukan observasi dan verifikasi terhadap kondisi serta jumlah korban. Seluruh fasilitas kesehatan dikerahkan untuk memberikan penanganan.
“Saat ini masih observasi. Semuanya kami maksimalkan, mulai dokter spesialis, dokter, perawat. Kami terus mendampingi untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Trihandy mengatakan data 49 korban tersebut belum final. Dia memastikan pemerintah daerah akan membuka akses pelayanan di RSUD, RS Bhayangkara, rumah sakit Islam, hingga puskesmas terdekat.
Sementara itu, insiden tersebut sempat diwarnai ketegangan di halaman RSUD Nganjuk. Salah satu keluarga korban meluapkan kemarahannya kepada dua orang yang berada di lokasi.
Salah satunya disebut sebagai Kepala SPPG Begadung, Zaidan. Pria tersebut memilih bungkam ketika ditanya mengenai dugaan keracunan.
“Nanti ada statement resminya, Pak,” kata salah satu orang yang bersama Zaidan.
Zaidan kemudian hanya menyampaikan bahwa dirinya merupakan Kepala SPPG Begadung.
“Mohon maaf. Jangan Pak,” ucapnya singkat.
Kasus dugaan keracunan ini menjadi perhatian karena terjadi sehari setelah ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam di Sidoarjo juga mengalami kejadian serupa setelah menyantap MBG.

