Intime – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, menilai, pelantikan ratusan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menjadi momentum penting untuk mempercepat kinerja birokrasi sekaligus memperkuat target pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno.
Menurut Pantas, mutasi dan rotasi jabatan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan langkah penyegaran agar roda pemerintahan lebih efektif dan terukur.
“Mutasi ini bisa juga kita anggap sebagai penyegaran dan sekaligus pemantapan target dari setiap kinerja sebagai konsekuensi daripada jabatan yang diemban,” ujar Pantas, Kamis (21/5).
Ia berharap pejabat yang baru dilantik mampu mendukung percepatan program prioritas Pemprov DKI, termasuk pembenahan layanan publik dan pengelolaan sampah di Jakarta.
Pantas menyoroti Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 tentang pemilahan sampah yang disebut sudah diterapkan hingga tingkat RW dan pengelola sampah lingkungan.
“Ingub itu menyeluruh untuk seluruh wilayah Jakarta sampai dengan tingkat RW, malah sampai dengan tingkat gerobak-gerobak pengelola sampah,” katanya.
Ia menjelaskan, sistem pemilahan sampah dilakukan dalam empat kategori, yakni organik, anorganik, B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), dan residu. Karena itu, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI diminta ikut menjadi motor perubahan.
“Semua PNS itu harus turut mendorong, bahkan mungkin memelopori supaya memilah sampah dalam empat kategori,” tegasnya.
Sebelumnya, Pramono Anung melantik 884 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada Rabu (20/5). Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengambilan keputusan dan mengakhiri kekosongan jabatan yang selama ini diisi pelaksana tugas (Plt).
Pelantikan itu juga menarik perhatian karena digelar pada hari Rabu agar para pejabat datang menggunakan transportasi umum dan mengenakan pakaian adat Betawi sebagai simbol pelestarian budaya Jakarta.

