Bentrokan Maut di Adonara Timbulkan Korban Jiwa, DPR Minta Polisi Ungkap Motif hingga Tuntas

Intime – Bentrok antarwarga di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menewaskan tiga orang menjadi perhatian DPR. Anggota Komisi III DPR RI Endang Agustina meminta aparat bergerak cepat mengusut penyebab bentrokan sekaligus memastikan situasi keamanan kembali kondusif.

Endang mengaku prihatin atas konflik yang melibatkan warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak tersebut. Menurutnya, jatuhnya korban jiwa hingga rumah-rumah yang terbakar menjadi tragedi yang harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Saya ikut prihatin dan sedih dengan adanya peristiwa Adonara, kita sangat menyayangkan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi. Apalagi beberapa nyawa melayang, belasan orang luka bahkan banyak rumah yang hangus terbakar,” kata Endang kepada wartawan, Selasa (21/7).

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PAN Komisi III DPR itu meminta pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI memperkuat koordinasi guna mencegah konflik serupa terulang. Ia juga berharap upaya rekonsiliasi dapat segera dilakukan agar warga yang bertikai kembali berdamai.

Endang secara khusus meminta Polda NTT dan Polres Flores Timur mengusut tuntas kasus tersebut.

“Untuk rekan-rekan Polri di NTT kami berharap agar bekerja cepat untuk menuntaskan kasus ini, dan mengungkap sejelas-jelasnya motif peristiwa ini, karena begitu banyak korban dan menimbulkan keprihatinan yang mendalam seluruh anak negeri,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Flores Timur menyampaikan bentrokan yang pecah pada Sabtu (18/7) pagi mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka ringan, serta membakar sedikitnya 20 rumah warga.

Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan pendataan korban maupun kerusakan masih terus dilakukan. Aparat gabungan TNI-Polri juga masih disiagakan di lokasi guna mengantisipasi bentrokan lanjutan.

“Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Eliezer.

Menurut polisi, fokus saat ini adalah menjaga keamanan sekaligus mendukung proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab bentrokan. Aparat juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi agar situasi di Adonara segera kembali normal.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini