Bersih-Bersih di BGN Harus Diikuti Jaminan Program MBG Tetap Berjalan

Intime – Penangkapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam perkara dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai beragam respons. Di satu sisi, langkah penegakan hukum tersebut diapresiasi sebagai bentuk komitmen pemerintah memberantas korupsi. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran terhadap keberlanjutan pelaksanaan program MBG di lapangan.

Wartawan senior Edy Mulyadi menilai tindakan Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan sebelum status hukumnya diumumkan secara resmi menunjukkan keseriusan pemerintah menjaga integritas program prioritas nasional tersebut.

Menurut Edy, langkah cepat tersebut layak diapresiasi karena memberikan pesan bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk pejabat yang berada di lingkaran kekuasaan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada proses hukum, melainkan memastikan transisi kepemimpinan di BGN tidak mengganggu pelaksanaan program MBG yang menyasar jutaan pelajar di seluruh Indonesia.

“Perombakan di tubuh BGN tidak boleh mengganggu ritme pelaksanaan program di lapangan. Transisi harus berjalan mulus agar distribusi makanan tetap berlangsung,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6).

Edy menilai MBG merupakan program dengan skala logistik yang sangat besar. Program tersebut melibatkan rantai pasok pangan, dapur umum, serta distribusi makanan ke sekolah-sekolah di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.

Karena itu, menurut dia, pergantian pimpinan di tingkat pusat berpotensi menimbulkan efek domino apabila tidak dikelola dengan baik. Aparatur di daerah bisa menjadi ragu mengambil keputusan sehingga berisiko menghambat distribusi bahan pangan maupun operasional dapur MBG.

Di sisi lain, Edy mengakui bahwa pelaksanaan MBG selama ini tidak lepas dari berbagai persoalan, mulai dari dugaan korupsi, mark up pengadaan, hingga praktik perburuan rente. Namun, ia menilai program tersebut juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain membantu pemenuhan gizi anak sekolah, program ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, peternak, serta pelaku usaha kecil.

Edy berharap Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, segera memastikan sistem distribusi berjalan normal dan memperkuat pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan serupa.

Menurut dia, pemberantasan korupsi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga hak masyarakat, terutama anak-anak penerima manfaat MBG, agar tetap memperoleh layanan secara optimal.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini