Intime – Pemerintah memastikan dukungan anggaran untuk penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersedia. Pembiayaan akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan darurat hingga tahap pemulihan dan pembangunan kembali.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menyiapkan sumber pembiayaan awal untuk merespons kebutuhan akibat bencana tersebut.
Menurut Purbaya, keputusan dukungan anggaran itu dibahas melalui rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Pascabencana DPR.
“Dana tersebut menjadi sumber pembiayaan awal untuk merespons kebutuhan penanganan bencana,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/8).
Dana BNPB Masih Tersedia
Purbaya menyebut masih terdapat anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar Rp5 triliun yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan awal bencana.
Meski sebagian dana telah digunakan, pemerintah memastikan ketersediaannya masih mencukupi. Jika kebutuhan meningkat, pemerintah akan menambah dukungan anggaran.
“Sebagian dana itu sudah terpakai tetapi masih cukup. Kalau kurang, akan kami tambahkan langsung,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan penanganan gempa akan dilakukan secara bertahap. Pada fase awal, pemerintah memprioritaskan respons kedaruratan dengan menggunakan anggaran yang telah tersedia.
Selanjutnya, kebutuhan pembiayaan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Jika diperlukan tambahan anggaran, pemerintah akan menyesuaikan dukungan fiskal.
Pemerintah Siapkan Dana Siaga
Selain anggaran BNPB, pemerintah juga memiliki dana siaga yang dapat dimanfaatkan untuk menangani kebutuhan akibat bencana.
Namun, Purbaya menekankan pembangunan kembali fasilitas umum yang tidak dapat dibiayai melalui anggaran BNPB membutuhkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Langkah tersebut diperlukan agar penanganan dampak bencana tidak berhenti pada fase darurat, tetapi berlanjut hingga proses rehabilitasi dan pemulihan fasilitas publik.
“Sehingga seluruh proses penanganan bencana dan pemulihan dapat berjalan dengan koordinasi yang baik,” pungkas Purbaya.

