Dasco Imbau Warga Lepas Dollar AS, Yakin Rupiah Menguat Pekan Depan

Intime – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar Amerika Serikat (AS) agar segera melepas mata uang tersebut. Dasco meyakini nilai tukar rupiah akan menguat dalam waktu dekat.

“Bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan, sebaiknya dolarnya dilepas,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6).

Ketua Harian Gerindra itu mengatakan dirinya mendapat informasi dari pemerintah mengenai strategi khusus yang akan dijalankan mulai pekan ini dan pekan depan untuk memperkuat rupiah.

“Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar dan saya yakini akan membuat nilai tukar rupiah menguat,” ujarnya.

Dasco pun mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu lama menyimpan dolar AS.

“Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar,” imbuhnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah, yakni Rp 18.201 per dolar AS pada Senin (8/6). Sementara pada Kamis sore, rupiah bergerak di level Rp 17.988 per dolar AS.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR menjelaskan pelemahan rupiah dipicu sentimen global, kondisi risk-off di pasar keuangan, serta tekanan transaksi perjalanan dan transaksi finansial domestik.

Menurut Purbaya, level rupiah saat ini berpotensi mencerminkan kondisi overshooting atau undervalued. Fundamental ekonomi Indonesia juga dinilai masih cukup kuat dengan cadangan devisa yang memadai, inflasi yang terjaga, serta respons Bank Indonesia yang mendukung stabilitas.

Pemerintah optimistis koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, serta penguatan tata kelola devisa hasil ekspor dan pendalaman pasar keuangan, akan meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat nilai tukar rupiah pada semester II 2026.

Di sisi lain, Direktur PT Trijaya Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah hingga menembus Rp 19.000 per dolar AS apabila ketidakpastian geopolitik global berlanjut dan bank sentral AS mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini