Intime – Relawan kebencanaan di Jakarta berperan penting sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi, evakuasi, hingga penangananpascabencana.
Karena itu, keberadaan relawan perlu dapat dukungan fasilitasmemadai. Antara lain, peralatan keselamatan, saranakomunikasi, kendaraan operasional, serta pelatihanberkelanjutan.
Dengan demikian, relawan kebencanaan dapat bekerja secaracepat, tepat, dan efektif. Khususnya pada saat terjadi keadaandarurat.
Penguatan fasilitas pendukung juga menjadi investasi pentinguntuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan Jakarta dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Karena itu, Komisi A DPRD DKI Jakarta mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikandukungan bagi relawan kebencanaan di tingkat wilayah.
Anggota Komisi A Dadiyono menilai, relawan kebencanaanmemiliki peran penting saat kondisi darurat di lingkunganwarga.
Relawan kerap menjadi unsur terdepan membantu masyarakat. Terutama di wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi. Seperti ketika terjadi banjir, para relawan langsung terjunmembantu warga.
Relawan membutuhkan perlengkapan dasar. Antara lain, jaketpelampung, sepatu bot, dan alat pelindung saat evakuasi.
“Relawan kebencanaan ini harus difasilitasi. Jangan sampairelawan justru ikut menjadi korban,” ujar Dadiyono.
Menurut dia, dukungan terhadap relawan tidak cukup hanyamelalui pembentukan kelompok tangguh bencana. PemprovDKI perlu memastikan relawan memiliki perlengkapankeselamatan yang memadai.
BPBD DKI Jakarta perlu memperhatikan kebutuhan relawanyang berasal dari unsur masyarakat, Karang Taruna, dan komunitas warga. Keberadaan relawan bergerak lebih cepatsebelum bantuan resmi tiba di lokasi.
Dadiyono berharap, kebutuhan relawan kebencanaan dapatmasuk dalam perencanaan program. Dengan begitu, relawandapat bekerja lebih aman saat terjadi bencana.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, sebanyak 3.000 jaketpelampung telah terdistribusi melalui kelurahan rawan banjir.
Hanya saja, bantuan sepatu bot untuk relawan belum masukanggaran 2025. Kini, kebutuhan para relawan sudah dan menjadicatatan untuk perencanaan berikutnya.
Posko Terpadu
Ketua Komisi A Inggard Joshua mengungkapkan, koordinasilintas perangkat daerah sangat penting dalam penangananbencana.
BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan(Gulkarmat), Satpol PP, hingga unsur kewilayahan harusbergerak dalam sistem yang terkoordinasi.
“Harus ada posko terpadu. BPBD punya relawan, Gulkarmatpunya relawan, Satpol PP juga ada di wilayah. Ini harusdisinkronkan,” tandas Inggard.
Posko terpadu bertujuan untuk pembagian tugas di lapanganlebih jelas. Seluruh unsur di wilayah harus memiliki pola kerjaterukur saat menghadapi kondisi darurat.

