Intime – Tim SAR Gabungan akhirnya menuntaskan proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa pagi (28/4). Operasi yang berlangsung sejak Senin malam itu resmi ditutup pada pukul 08.00 WIB.
Kepala Basarnas, Muhammad Syafii, memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan tim dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Alhamdulillah, atas kerja sama seluruh unsur, operasi SAR berjalan sesuai harapan. Pukul 08.00 WIB dinyatakan selesai, dan seluruh tim kembali ke home base,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis hingga lebih dari 10 jam, lantaran petugas harus menyelamatkan korban yang terjepit di dalam gerbong. Dari tujuh korban yang berhasil dievakuasi, lima orang ditemukan selamat, sementara dua lainnya meninggal dunia.
Syafii menjelaskan, keterlambatan penarikan rangkaian kereta disebabkan adanya korban yang masih terjepit.
“Ada pertanyaan kenapa lokomotif tidak langsung ditarik. Saat itu masih ada lima korban dalam kondisi terjepit, sehingga evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” jelasnya.
Berdasarkan kronologi, korban pertama berhasil dievakuasi pada pukul 02.42 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.
Selanjutnya, korban selamat atas nama Nurul (26) dievakuasi pada pukul 04.17 WIB dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Proses berlanjut dengan penyelamatan Ata (30) pada pukul 05.49 WIB.
Pada pukul 05.59 WIB, satu korban kembali ditemukan meninggal dunia. Tak lama berselang, Mia (26) berhasil diselamatkan pada pukul 06.25 WIB, disusul Siti Fatonah (47) pada pukul 06.55 WIB.
Evakuasi terakhir dilakukan pada pukul 07.25 WIB, saat Endang Kuswati (40) berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat dan segera mendapatkan penanganan medis.
Syafii menegaskan, pihaknya akan tetap siaga dalam proses pembersihan bangkai kereta apabila ditemukan bagian tubuh korban.
“Jika dalam pembersihan ditemukan bagian sekecil apa pun, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur,” tegasnya.
Diketahui, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB tersebut melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Insiden ini mengakibatkan puluhan penumpang luka-luka dan sedikitnya 14 orang meninggal dunia.
Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan sekitar 30 personel gabungan dari Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, serta tim khusus Basarnas Special Group (BSG)

