Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda Sumatera pada Jumat (22/5) bukan akibat sabotase maupun unsur kesengajaan.
“Tidak ada kesengajaan, ini murni karena faktor alam,” kata Yuliot, di Jakarta, Senin (25/5).
Menurut Yuliot, gangguan bermula saat jaringan transmisi di wilayah Jambi tersambar petir. Saat itu, sistem kelistrikan Sumatera tengah bertumpu pada pasokan daya dari wilayah selatan menuju utara sehingga gangguan langsung memicu blackout di sejumlah daerah.
Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha Putra menjelaskan cuaca ekstrem berupa hujan deras, petir, dan angin kencang memicu fenomena power swing yang mengganggu jaringan transmisi 275 kV New Aur Duri di Muaro Jambi.
Gangguan tersebut menyebabkan sistem pengamanan otomatis melakukan trip untuk melindungi jaringan listrik yang lebih luas.
“Wilayah Lampung dan sebagian besar Palembang tidak terdampak. Namun pelanggan di Jambi, Riau, Sumbar, Sumut, dan Aceh mengalami pemadaman,” ujar Edwin.
PLN kemudian melakukan pemeriksaan fisik jaringan sebelum memulihkan sistem transmisi dan pembangkit secara bertahap. Hingga Minggu (24/5) pukul 06.00 WIB, sebanyak 176 gardu induk berhasil dinormalkan sehingga aliran listrik kembali menyala di berbagai wilayah terdampak.
Sementara itu, Bareskrim Polri juga memastikan tidak ditemukan indikasi sabotase dalam insiden tersebut.
Wakil Kepala Bareskrim Polri Nunung Syaifuddin menyebut investigasi awal menemukan kabel transmisi putus secara tiba-tiba akibat faktor cuaca, sementara kondisi tower transmisi tetap dalam keadaan baik.
“Diduga terjadi akibat pengaruh cuaca dan masih memerlukan pendalaman teknis maupun ilmiah lebih lanjut,” kata Nunung.

