Intime – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji, menyoroti, beratnya beban kerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta yang dinilai tak lagi sebanding dengan jumlah personel di lapangan.
Menurut Ongen, kondisi kekurangan sumber daya manusia (SDM) harus segera menjadi perhatian Pemprov DKI dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
“Jujur saja, sumber daya manusia Satpol PP ini berkurang. Sementara tingkat pekerjaannya cukup tinggi,” kata Ongen usai rapat kerja bersama SKPD terkait di DPRD DKI Jakarta, Senin (25/5).
Ia menjelaskan, tuntutan tugas Satpol PP kini semakin kompleks, mulai dari patroli, pengawasan, hingga penegakan ketertiban umum di wilayah Jakarta yang terus berkembang.
Ongen bahkan menyoroti durasi kerja personel yang dinilai terlalu panjang dan berisiko menurunkan efektivitas petugas di lapangan.
“Jam kerja sampai 32 jam sangat menguras emosional personel. Karena itu, saya minta sumber daya manusia Satpol PP ditambahkan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Selain menjaga ketertiban umum, penambahan personel juga dinilai penting untuk memperkuat respons terhadap pelanggaran perda dan gangguan keamanan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengakui keterbatasan personel menjadi tantangan utama instansinya. Saat ini, jumlah personel Satpol PP DKI hanya sekitar 5.000 orang.
“Kalau bisa, minimal setiap tahun atau dua sampai tiga tahun sekali rutin ada penerimaan di Satpol PP, Damkar, dan Dishub. Jadi memang ada penyegaran terus,” kata Satriadi.
Ia menambahkan, hampir 80 persen personel Satpol PP DKI kini berusia di atas 45 tahun, sehingga regenerasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga optimalisasi kinerja di lapangan.
Tak hanya soal SDM, Satriadi juga berharap pembangunan sarana dan prasarana seperti Markas Komando (Mako) Satpol PP yang sempat tertunda dapat kembali diprioritaskan pemerintah daerah.

