IHSG Anjlok ke Level 4.856 di Awal Perdagangan

Intime – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di zona merah pada pembukaan Rabu (4/11). Berdasarkan data pergerakan lantai bursa, IHSG dibuka melemah di level 4.856,96, atau mencatatkan penurunan sebesar 0,97 persen setara 47,33 poin dari penutupan sebelumnya.

Tekanan jual terhadap indeks domestik terus berlanjut seusai pembukaan. Pada menit yang sama pukul 09.00 WIB, laju IHSG terkoreksi semakin dalam hingga menyentuh level 4.831,14, atau terperosok 73,15 poin setara 1,49 persen. Posisi tersebut berada tidak jauh dari titik terendahnya pagi ini di level 4.828,92 yang sempat anjlok hingga 1,54 persen.

Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan pada awal sesi tercatat mencapai 11,58 juta lot saham. Sementara itu, total nilai transaksi keuangan di lantai bursa telah mengantongi angka sebesar Rp 293,31 miliar pada menit awal perdagangan.

Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan berat yang dialami sejumlah sektor saham utama. Sektor material dasar mencatatkan penurunan paling tajam dengan anjlok hingga 2,9 persen, disusul oleh sektor properti yang merosot 2,6 persen, serta sektor konsumer kritikal yang ikut melemah sebesar 1,6 persen.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pagi ini. Saham-saham penekan tersebut antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Di sisi lain, terdapat jajaran saham yang berupaya menahan laju koreksi IHSG agar tidak merosot semakin jauh. Saham penahan pelemahan tersebut meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Pasar keuangan Indonesia diproyeksikan masih dibayangi tekanan berat akibat ketidakpastian ekonomi global dan dinamika domestik. Para investor kini mencermati sejumlah sentimen kunci, termasuk perkembangan Pemilu Amerika Serikat (AS), dinamika harga minyak dunia, hingga hasil keputusan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini