Intime – PAM JAYA meraih penghargaan sebagai salah satu Pembayar Pajak Terbesar di wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Pusat. Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Tax Gathering 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Wilayah DJP Jakarta Pusat.
Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Pajak bersama Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Pusat kepada Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, di Gedung A.A. Maramis, Kementerian Keuangan, Jakarta.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi PAM JAYA dalam mendukung penerimaan negara melalui pemenuhan kewajiban perpajakan perusahaan.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menjaga kepatuhan dan memperkuat tata kelola yang profesional.
“Pemenuhan kewajiban perpajakan merupakan bagian dari tanggung jawab PAM JAYA dalam mendukung pembangunan nasional. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas perusahaan,” ujar Arief.
Menurut dia, kontribusi perusahaan terhadap negara harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya penyediaan air minum perpipaan bagi masyarakat Jakarta.
“Keberhasilan PAM JAYA tidak hanya diukur dari peningkatan layanan air minum, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap masyarakat dan negara,” tambahnya.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PAM JAYA terus memperkuat tata kelola perusahaan dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), termasuk transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi PAM JAYA untuk mempertahankan kepatuhan perpajakan, memperkuat profesionalisme, serta memastikan keberlanjutan transformasi perusahaan.
Melalui pengelolaan yang sehat dan berkelanjutan, PAM JAYA berkomitmen meningkatkan pelayanan air minum perpipaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi penerimaan negara dan pembangunan Jakarta.

