Intime – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (23/7) di zona hijau seiring penguatan tipis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kombinasi penguatan kedua indikator tersebut mencerminkan membaiknya sentimen investor, meski pelaku pasar masih mewaspadai dinamika ekonomi global.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 12,14 poin atau 0,19 persen ke level 6.346,62. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut naik 0,81 poin atau 0,13 persen ke posisi 633,36.
Di saat yang sama, rupiah menguat 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.914 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp17.917 per dolar AS. Penguatan mata uang Garuda tersebut memberikan sinyal positif terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
Meski demikian, penguatan IHSG dan rupiah masih tergolong terbatas. Investor diperkirakan tetap bersikap selektif sambil menantikan arah kebijakan suku bunga bank sentral global, pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta perkembangan geopolitik yang masih berpotensi memengaruhi aliran modal ke pasar negara berkembang.
Di sisi domestik, optimisme terhadap stabilitas ekonomi dan kemampuan Bank Indonesia menjaga nilai tukar menjadi faktor yang menopang pergerakan pasar. Namun, ruang penguatan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal hingga muncul katalis baru yang lebih kuat.

