Intime – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (5/5) pagi. IHSG terkoreksi 3,38 poin atau 0,05% ke level 6.968,57.
Sejalan dengan itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut turun 0,80 poin atau 0,12% ke posisi 673,76, mencerminkan tekanan yang turut dialami saham-saham berkapitalisasi besar.
Pelemahan tipis ini mengindikasikan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati (wait and see), terutama di tengah tekanan eksternal yang belum mereda. Sentimen global, seperti penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama, masih menjadi faktor utama yang membatasi ruang penguatan indeks.
Di sisi lain, pergerakan IHSG yang relatif stabil di kisaran 6.900 menunjukkan pasar domestik masih memiliki daya tahan. Investor tampak selektif dalam melakukan akumulasi, dengan fokus pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat serta kinerja keuangan yang solid.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter serta perkembangan nilai tukar rupiah yang belakangan mengalami tekanan. Jika rupiah terus melemah, hal ini berpotensi menambah beban bagi emiten berbasis impor dan sektor yang sensitif terhadap kurs.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan sideways, sambil menunggu katalis baru baik dari rilis data ekonomi global maupun sentimen domestik seperti kinerja emiten dan stabilitas makroekonomi nasional.

