IHSG Tersungkur ke Level 6.112, Pasar Panik Tinggalkan Saham Unggulan

Intime – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (29/5) pagi, dibuka melemah di tengah meningkatnya tekanan pasar dan aksi jual investor terhadap saham-saham unggulan.

IHSG tercatat turun 17,42 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.112,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 anjlok lebih dalam, yakni turun 10,51 poin atau 1,69 persen ke level 609,89.

Pelemahan tajam pada indeks saham unggulan menunjukkan sentimen negatif pasar masih sangat kuat. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global dan domestik.

Tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu kombinasi sejumlah faktor, mulai dari ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat, melemahnya nilai tukar rupiah, hingga kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia yang berpotensi menekan kinerja emiten nasional.

Anjloknya indeks LQ45 juga mencerminkan aksi keluar investor asing dari saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama IHSG. Kondisi ini dinilai berbahaya karena dapat mempercepat tekanan terhadap pasar jika tidak diimbangi masuknya dana baru.

Pelaku pasar saat ini menyoroti lemahnya daya tahan pasar domestik di tengah tekanan eksternal yang terus meningkat. Posisi IHSG yang masih berada di kisaran psikologis 6.100 memperlihatkan kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih.

Analis memperkirakan volatilitas pasar masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan, terutama jika tekanan terhadap rupiah dan arus modal asing keluar terus berlanjut. Investor pun diminta lebih selektif terhadap saham yang memiliki fundamental kuat dan ketahanan terhadap gejolak global.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini