Jakarta Mulai HUT Ke-499 dengan Gerakan Pilah Sampah, Rasuna Said Disiapkan Jadi Ikon Baru

Intime – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, resmi memulai rangkaian perayaan HUT Ke-499 Kota Jakarta melalui Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT Jakarta di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, kawasan Rasuna Said dipilih karena tengah dibenahi menjadi ikon baru Jakarta dan ditargetkan rampung bulan depan.

Pramono juga mengungkapkan, kegiatan Car Free Day di kawasan tersebut akan dimulai pukul 05.30 WIB, sama seperti di Sudirman-Thamrin, dan efektif diberlakukan mulai 1 Juni 2026.

“Ini diadakan karena memang permintaan publik yang luar biasa dan masyarakat sangat antusias,” ujar Pramono.

Menurutnya, gerakan pilah sampah menjadi fokus utama Pemprov DKI dalam menangani persoalan sampah dari hulu. Program itu dijalankan serentak di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu sesuai arahan pemerintah pusat.

Pramono menargetkan, mulai Agustus mendatang Jakarta hanya membuang residu akhir ke TPST Bantar Gebang jika pemilahan sampah organik dan anorganik berjalan optimal.

“Kita mulai dengan memilah terlebih dahulu. Selain Bantar Gebang, kita juga memiliki RDF Rorotan dan TPST 3R sebagai penampung sampah,” katanya.

Ia juga menyebut pasar-pasar di Jakarta mulai diberi izin untuk mengelola sampah secara mandiri, salah satunya Pasar Kramat Jati.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong pemilahan sampah rumah tangga. “Pemilahan sampah rumah tangga menjadi kunci untuk mengubah sampah menjadi sumber energi listrik,” ungkapnya.

Zulkifli mengatakan, pengelolaan sampah di Bantar Gebang nantinya akan menggunakan teknologi waste to energy. Penanganan skala darurat di atas 1.000 ton ditargetkan selesai pada 2028, sementara skala 100-200 ton ditargetkan rampung pada 2029.

Ia berharap gerakan pilah sampah Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Jumhur Hidayat menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat agar gerakan tersebut tidak sekadar menjadi program birokrasi.

“Ini harus menjadi gerakan warga Jakarta, bukan hanya gerakan birokrasi. Jakarta akan menjadi contoh bagi kita semua,” tandasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini