Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang, Kemenhaj Ingatkan Larangan Bawa Air Zamzam dalam Koper

Intime – Jemaah haji Indonesia mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama ke Tanah Air. Pemulangan dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, seiring berakhirnya rangkaian utama ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, mengatakan fase kepulangan menjadi tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah memastikan seluruh proses pergerakan jemaah, mulai dari hotel, bandara, hingga penerbangan menuju Indonesia, berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” ujar Maria di Jakarta, Senin (1/6).

Maria mengakui masih terdapat sejumlah catatan selama pelaksanaan haji tahun ini. Namun, seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada penyelenggaraan haji mendatang.

Menurutnya, rangkaian utama ibadah haji yang telah dijalani jemaah Indonesia berlangsung dengan baik dan menjadi bekal penting untuk memasuki tahapan kepulangan ke Tanah Air.

“Alhamdulillah, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali. Saat ini, sebagian jemaah mulai memasuki fase kepulangan ke Tanah Air,” katanya dilansir dari laman Kemenhaj.

Pada hari ini, sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan kembali ke Indonesia. Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 12 kloter dengan total 3.479 jemaah dan 36 petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Air.

Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah yang telah menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama berada di Tanah Suci.

Memasuki fase kepulangan, Maria mengimbau jemaah mempersiapkan barang bawaan dengan baik, termasuk memastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta dokumen penting tersimpan aman dan mudah dijangkau. Jemaah juga diminta mematuhi ketentuan berat dan jenis barang bawaan sesuai aturan penerbangan.

Secara khusus, Kemenhaj kembali mengingatkan larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Menurut Maria, pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat menghambat proses pemeriksaan bagasi di bandara.

“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tegasnya.

Maria memastikan jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri dari Arab Saudi. Setiap jemaah haji Indonesia akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air sesuai mekanisme resmi yang telah ditetapkan.

Selain itu, Kemenhaj mengimbau jemaah tetap menjaga kondisi kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan. Mengingat cuaca di Makkah masih cukup panas, jemaah diminta memperbanyak minum air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.

Kemenhaj juga meminta jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, jemaah perempuan, dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi mendapat perhatian serta pendampingan dari petugas maupun sesama jemaah.

“Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semangat gotong royong dan ukhuwah yang telah terjalin selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya terus dijaga hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutup Maria.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini