Intime – Pemerintah mulai menata penanganan ratusan keluarga korban kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan memusatkan pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pendataan korban sekaligus mempermudah distribusi bantuan darurat.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan lokasi pengungsian sengaja disiapkan agar warga terdampak mendapatkan tempat istirahat yang layak dan bantuan dapat tersalurkan secara terkoordinasi.
“Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas,” kata Safrizal, Selasa (1/6) dini hari.
Sebanyak tiga tenda pengungsian dari Dinas Sosial DKI Jakarta telah berdiri di lokasi. Sejumlah armada logistik dari BPBD, PMI, dan berbagai instansi lainnya juga telah dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Pemerintah saat ini masih melakukan pendataan rinci terhadap warga terdampak di RW 04 dan RW 05. Selain jumlah korban, pendataan juga mencakup usia sekolah anak-anak agar kebutuhan pendidikan mereka tetap dapat dipenuhi selama masa darurat.
Safrizal mengungkapkan, setelah masa tanggap darurat berakhir pemerintah akan melakukan inventarisasi kerusakan bangunan dan membahas solusi jangka panjang bagi warga, termasuk kemungkinan relokasi ke kawasan hunian yang lebih aman.
“Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman,” ujarnya.
Kebakaran yang melanda Kampung Pasar Haji Ung, Jalan Kemayoran Gempol, Senin (1/6) malam, menghanguskan sekitar 250 rumah dan berdampak pada sedikitnya 330 kepala keluarga. Berdasarkan dugaan awal, api dipicu korsleting listrik.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dan 165 personel untuk menjinakkan kobaran api. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga dini hari.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, memastikan kebutuhan air untuk pemadaman mencukupi dan sejumlah warga yang mengalami luka ringan maupun sesak napas telah mendapat penanganan medis.
Di tengah kepanikan, warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa ke area Lapangan Jusuf Hamka. Salah satunya Supriatin, warga RW 04, yang mengaku panik saat api cepat merambat ke permukiman.
“Saya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah,” tutur Supriatin.
Meski istrinya sempat mengalami sesak napas akibat asap tebal, Supriatin memastikan seluruh anggota keluarganya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan pendataan korban dan kebutuhan pengungsi sambil memastikan kondisi di lokasi tetap aman.

