Normalisasi Kali Cakung Lama Diharap Pangkas Banjir Jakut hingga 20%

Normalisasi Kali Cakung Lama mulai dikebut Pemprov DKI Jakarta sebagai salah satu upaya menekan banjir di Jakarta Utara. Proyek ini ditargetkan mampu mereduksi dampak banjir hingga sekitar 20 persen, khususnya di kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung progres normalisasi Kali Cakung Lama di Jalan Gading Griya Lestari, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (13/8).

Yuke menilai percepatan proyek penting karena persoalan genangan dan banjir selama ini masih dirasakan warga di sekitar aliran kali.

“Harapan kita, pengerjaan tersebut bisa menuntaskan masalah. Paling tidak kendala yang selama ini terjadi, seperti genangan dan banjir, bisa tertuntaskan,” ujar Yuke.

Komisi D DPRD DKI, kata dia, akan mengawal pengerjaan hingga seluruh tahapan normalisasi rampung. Pada tahap awal, pembangunan konstruksi sepanjang 2,6 kilometer ditargetkan selesai pada 2027.

Namun, normalisasi tidak hanya menghadapi persoalan konstruksi. Pembebasan lahan di kawasan Kampung Begog, terutama di bagian hilir Kali Cakung Lama, juga harus segera dituntaskan.

Yuke meminta warga ikut menjaga hasil penataan setelah proyek selesai. Menurutnya, infrastruktur pengendalian banjir tidak akan efektif jika kembali dipenuhi sampah atau tidak dirawat.

“Kalau tidak dijaga, fasilitas umum tersebut bisa kembali menjadi persoalan,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Neneng Hasanah mengatakan normalisasi Kali Cakung Lama sangat dibutuhkan warga. Ia mengaku mengetahui persoalan banjir di kawasan tersebut sejak kecil.

Menurut Neneng, banjir di sejumlah kawasan sekitar Kali Cakung Lama bahkan pernah mencapai ketinggian sekitar dua meter.

“Alhamdulillah, sekarang ada normalisasi Kali Cakung Lama. Itu sangat membantu. Karena dampaknya juga sampai ke tempat saya,” ungkapnya.

Ia berharap proyek tersebut dapat memangkas ketinggian banjir secara signifikan, terutama di Sukapura, Pegangsaan Dua, Tugu Selatan, dan Semper Barat.

“Minimal nanti bisa di bawah mata kaki. Insyaallah, itu yang kita harapkan untuk masyarakat,” tutur Neneng.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menjelaskan, Kali Cakung Lama memiliki panjang sekitar 12 kilometer. Dari total tersebut, normalisasi direncanakan mencapai sekitar lima kilometer hingga 2028.

Tahap awal mencakup konstruksi sepanjang 2,6 kilometer dari zona 1 hingga zona 3. Penanganan berikutnya diarahkan ke kawasan Kampung Begog sepanjang kurang lebih tiga kilometer.

“Perencanaan Kali Cakung Lama diarahkan untuk mengatasi banjir di kawasan Kelapa Gading,” jelas Ika.

Selain normalisasi, Pemprov DKI juga menyiapkan pembebasan lahan di Kampung Begog serta pembangunan polder dengan kapasitas total sekitar 31 meter kubik per detik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan normalisasi Kali Cakung Lama merupakan bagian dari tiga proyek normalisasi yang menjadi prioritas Pemprov DKI, bersama Kali Ciliwung dan Kali Krukut.

Pramono memastikan penetapan lokasi (Penlok) Kampung Begog segera ditandatangani agar proses pembebasan lahan dapat dilanjutkan.

“Harapannya pada tahun 2028 normalisasi Cakung Lama bisa dilakukan dan selesai,” ujar Pramono.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini