Intime – Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang diminta memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO Roundtable di New York, Amerika Serikat.
Kehadiran Arief merupakan bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly, agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan para pemimpin, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas sejumlah isu strategis global.
“PAM JAYA hadir atas undangan Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates (UAE) selaku penyelenggara acara tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di Jakarta,” ungkap Arief melalui keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9).
Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global tersebut membahas sejumlah isu strategis, salah satunya investasi di sektor air yang memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi, kesehatan masyarakat, lingkungan, ketahanan pangan, keberlanjutan bisnis, hingga pembangunan infrastruktur masa depan.
Dalam forum tersebut, Arief memaparkan konteks Jakarta dan kebutuhan pengembangan sistem penyediaan air minum perpipaan sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.
“PAM JAYA menargetkan 100 persen cakupan layanan pada 2029 dengan target pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan perpipaan sepanjang 16.234 kilometer,” jelasnya.
Menurut Arief, perluasan layanan air minum perpipaan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap air tanah dan menekan dampak penurunan muka tanah.
“Perluasan layanan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, sekaligus memperkuat daya dukung Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan terus berkembang,” imbuhnya.
Arief mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan investasi yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan dan revitalisasi infrastruktur perpipaan.
“Kebutuhan investasi menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan. PAM JAYA terus mendorong revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW),” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian jaringan perpipaan yang telah berusia lebih dari dua dekade menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sistem layanan air minum perpipaan di Jakarta. Karena itu, diperlukan investasi dan dukungan dari mitra strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas serta keandalan jaringan.
Selain membahas pengembangan layanan air minum, kehadiran PAM JAYA di forum tersebut juga membuka ruang penjajakan awal di sektor water cooling untuk mendukung kebutuhan data center.
Menurut Arief, penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya PAM JAYA melihat potensi peran perusahaan dalam mendukung perkembangan industri berbasis teknologi dan infrastruktur digital yang membutuhkan dukungan sistem air yang andal.
Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA juga melakukan penjajakan awal terkait creative financing dengan sejumlah pemimpin bisnis. Pendekatan tersebut menjadi salah satu alternatif yang dapat dikaji untuk mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air di masa mendatang.
Arief menilai pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa penyediaan layanan air minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, kebutuhan investasi, dan pertumbuhan kota merupakan aspek yang saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan berkelanjutan, kita harus memastikan bahwa setiap orang memiliki akses terhadap air yang aman, andal, dan terjangkau. Investasi di sektor air pada akhirnya bukan hanya investasi pada infrastruktur, melainkan investasi pada masa depan kota, masyarakat, dan generasi yang akan datang,” kata Arief.
Melalui partisipasi dalam forum global tersebut, PAM JAYA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan air minum perpipaan di Jakarta sekaligus membangun kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional. Pengalaman Jakarta diharapkan dapat menjadi bagian dari percakapan global mengenai pengelolaan air yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

