Pemprov DKI Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing, Target 500 Pasien hingga 2027

Intime – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta melalui layanan operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit yang dilaksanakan di dua rumah sakit, yakni RSUD Tebet dan RSUD Cempaka Putih.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, mengatakan program ini telah berjalan sejak tahun lalu dan terus diperluas cakupannya pada periode kali ini.

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya tersedia di RSUD tipe A dan B, tetapi juga kami dorong hadir di RSUD tipe C dan D agar lebih dekat dan mudah diakses masyarakat,” ujar Ali saat meninjau pelaksanaan operasi di RSUD Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).

Ali menjelaskan, meski prioritas pasien adalah pemegang KTP DKI Jakarta, Pemprov DKI tetap membuka kesempatan bagi warga dari luar daerah untuk mendapatkan layanan tersebut.

“Kami mengundang seluruh keluarga, saudara, atau rekan yang memiliki kondisi bibir sumbing dan membutuhkan tindakan operasi untuk mengikuti program ini,” katanya.

Program operasi ini dilaksanakan secara gratis dengan melibatkan dokter spesialis berpengalaman yang telah menangani ribuan kasus serupa. Pemprov DKI menargetkan hingga 500 pasien dapat terlayani sampai tahun 2027.

Menurut Ali, operasi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, seperti memperbaiki kemampuan berbicara dan pola makan, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis pasien.

“Ketika pasien tumbuh dan berinteraksi di masyarakat, kondisi ini sering menimbulkan rasa minder. Karena itu, dukungan lingkungan sangat penting agar mereka berani menjalani operasi,” ujarnya.

Saat ini, tercatat 13 pasien menjalani tindakan di RSUD Tebet dan 17 pasien di RSUD Cempaka Putih, dengan total 30 pasien pada periode pelaksanaan kali ini. Salah satu pasien bahkan berasal dari Papua, menunjukkan terbukanya akses layanan bagi seluruh warga Indonesia tanpa batas usia.

Direktur RSUD Tebet, Juliet Pieter, menambahkan bahwa sebelumnya terdapat 30 pasien yang mendaftar. Namun setelah proses skrining, sebagian harus ditunda karena kondisi kesehatan belum memenuhi syarat operasi.

“Program ini berlangsung sepanjang tahun. Kami akan terus menginformasikan melalui media sosial serta fasilitas kesehatan di tingkat kelurahan dan kecamatan agar masyarakat bisa terjangkau,” jelasnya.

Salah satu orang tua pasien, Mini, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Anaknya, Faris (2), menjadi salah satu penerima tindakan operasi gratis tersebut.

“Ini sudah yang kedua kalinya. Nanti saat usia tujuh tahun akan ada operasi lanjutan. Semoga tetap dibantu sampai anak saya sembuh total,” ujarnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini