Polda Metro Bongkar Dugaan Penyelundupan Merkuri ke Luar Negeri Sebanyak 760 Kg

Intime – Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan dugaan penyelundupan merkuri atau air raksa melalui peti kemas di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebanyak 760 botol merkuri berlabel Mercury Gold dengan total berat 760 kilogram disita dari dalam kontainer yang hendak dikirim ke luar negeri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan, pengungkapan kasus ini berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan hidup.

“Merkuri merupakan zat berbahaya yang peredarannya harus diawasi ketat,” kata Budi, Rabu (13/5).

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Vicktor D Mackbon menjelaskan, kasus tersebut terungkap saat petugas Subdit IV Tipidter bersama Bea Cukai memeriksa peti kemas di Pos Bea Cukai KPU Tanjung Priok pada 21 April 2026.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ratusan botol merkuri yang disembunyikan di dalam selongsong karton dan disisipkan di antara 145 gulungan karpet untuk mengelabui pemeriksaan.

“Pelaku menyisipkan merkuri di dalam gulungan karpet sebelum dikirim menggunakan peti kemas,” ujarnya.

Polisi menetapkan dua tersangka berinisial MAL dan H. MAL diduga bertugas mencari sekaligus mengirim merkuri sesuai pesanan dari luar negeri, sedangkan H berperan sebagai pemasok.

Berdasarkan penyidikan sementara, praktik pengiriman ilegal itu diduga telah berlangsung sejak 2021 dengan harga jual merkuri mencapai Rp2,7 juta per kilogram.

Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok Adhang Noegroho Adhi menegaskan, merkuri termasuk barang berbahaya yang pengangkutan dan ekspornya wajib mengantongi izin khusus.

“Merkuri ini barang berbahaya dan ekspornya sangat dibatasi,” katanya.

Saat ini polisi masih mendalami jalur distribusi, dokumen pengiriman, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan penyelundupan tersebut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini