Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya menjadikan Jakarta sebagai ruang terbuka bagi pertukaran gagasan dan kolaborasi seni lintas negara. Hal itu disampaikannya saat membuka Pameran Lukisan SBY Art Community 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (18/8).
Pameran bertema “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” tersebut mempertemukan seniman dan komunitas kreatif Indonesia dan Jerman. Kolaborasi SBY Art Community dengan Kornfeld Galerie Berlin dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kebudayaan Jakarta dengan dunia internasional.
Pramono mengatakan seni lukis tidak sekadar menghadirkan keindahan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan harapan tentang kehidupan yang lebih baik.
“Bagi saya, seni lukis memiliki tempat yang istimewa. Lukisan bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang gagasan dan pesan yang ingin disampaikan,” ujar Pramono.
Ia menilai karya-karya yang dipamerkan dapat memperkaya ruang apresiasi publik sekaligus menghadirkan perspektif beragam mengenai alam, budaya, dan kemanusiaan.
Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus itu menampilkan karya seniman Jerman Christopher Lehmpfuhl serta sejumlah seniman Indonesia, di antaranya Catur Nugroho dan Cia Syamsiar.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengungkapkan kekagumannya terhadap karya seni Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengaku telah mengoleksi tiga lukisan karya SBY dan berharap dapat menambah koleksinya.
“Ketika saya datang ke kediaman beliau saat maju sebagai Gubernur, kami lebih banyak berdiskusi tentang lukisan. Di situlah pertama kali saya melihat secara langsung lukisan-lukisan beliau yang luar biasa,” tuturnya.
Menurut Pramono, seni dan kebudayaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter Jakarta sebagai kota global tanpa kehilangan identitasnya. Hubungan Jakarta dan Berlin sebagai sister city menjadi salah satu wadah penting dalam pertukaran kebudayaan tersebut.
Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, akan terus membuka ruang bagi seniman, pelaku budaya, komunitas, dan masyarakat internasional untuk berkolaborasi. Penguatan ruang kebudayaan di TIM, ekosistem galeri, komunitas seni, festival, hingga berbagai kegiatan budaya menjadi bagian dari upaya tersebut.
“Semoga perjumpaan seni dan budaya melalui kolaborasi ini dapat semakin mempererat persahabatan Jakarta dan Berlin, memperluas pertukaran kebudayaan, serta membawa karya dan pesan perdamaian dari Jakarta ke dunia,” kata Pramono.
Ia berharap pameran tersebut tidak berhenti sebagai ajang apresiasi, tetapi juga menjadi ruang bagi seniman untuk memperluas jejaring dan menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

