Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan penataan kawasan pusat perdagangan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilaksanakan secara bertahap. Kebijakan ini diambil guna memastikan stabilitas perekonomian warga serta menjaga mata pencaharian para pedagang lokal tetap berjalan di tengah pembenahan kawasan.
Keputusan strategis tersebut disampaikan Pramono seusai memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Tingkat Kecamatan di Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (5/11). Rapat koordinasi ini menjadi rangkaian evaluasi lapangan kedua setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Pramono menjelaskan, Tanah Abang merupakan kawasan vital yang mengintegrasikan pusat bisnis, perkantoran, moda transportasi, dan pemukiman padat. Oleh karena itu, penanganan masalah seperti parkir liar, premanisme, hingga kebersihan membutuhkan pendekatan lintas dinas yang terukur.
“Dalam rapat juga disetujui untuk penataan kawasan Tanah Abang, baik itu Blok A, B, C, D, E, F, hal yang berkaitan dengan parkir liar, hal yang berkaitan dengan premanisme, penjualan obat-obatan, dan sebagainya,” ujar Pramono di Kantor Kecamatan Tanah Abang, Kamis (5/11)
Penataan komprehensif ini melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Perumda Pasar Jaya, hingga Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Selain penertiban ketertiban umum, Pemprov DKI Jakarta turut memprioritaskan pengelolaan kebersihan lingkungan melalui pengoptimalan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Pramono menegaskan bahwa penertiban tidak boleh dilakukan secara represif tanpa menghadirkan solusi konkret. Pendapatan serta ruang usaha bagi masyarakat bawah harus tetap dilindungi agar permasalahan sosial tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Karena saya meyakini kalau dilakukan dengan kekerasan atau tindakan berlebihan tetapi tidak disiapkan untuk para pedagang atau masyarakat itu tetap bisa mencari periuk nasinya, pasti akan kembali lagi,” tegasnya.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Pemprov DKI memprioritaskan skema pembenahan bertahap agar tatanan sosial dan aktivitas ekonomi pasar terbesar se-Asia Tenggara ini berjalan selaras.
“Jadi saya memutuskan mereka mulai kita tata secara gradual, termasuk parkir, yang paling penting adalah kehidupannya mulai berjalan dengan baik dan juga masyarakat itu tidak kehilangan periuk nasinya,” kata Pramono.
Selain pembenahan kawasan perdagangan, Ratas tingkat kecamatan ini turut menggodok tiga isu mendesak lainnya, yakni penanganan banjir, kenyamanan pejalan kaki, serta peningkatan sarana pendidikan.

