Intime – Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab meminta pemerintah tidak membiarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang bertindak seperti preman dan meresahkan warga. Ia bahkan menyerukan agar ormas semacam itu dibubarkan.
Rizieq juga mengajak umat Islam bersatu menghadapi ormas yang dinilai mengganggu ketertiban masyarakat.
“Organisasi preman jangan dibiarkan. Jangan dibiarkan mereka masuk ke kampung, mengganggu orang, malakin orang di pasar, saudara. Jangan,” ujar Rizieq, Kamis (3/9).
Menurut Rizieq, ormas seharusnya memberikan manfaat kepada masyarakat. Bukan sebaliknya, menggunakan kekuatan kelompok untuk membuat warga takut atau dirugikan.
“Umat Islam harus bersatu. Ormas itu mesti manfaat buat masyarakat. Bukan ormas itu, saudara, nyusahin masyarakat,” katanya.
Rizieq mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah, termasuk mengirim pesan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta ormas yang terbukti membuat masyarakat resah segera dibubarkan.
“Saya sudah sampaikan di Jakarta. Saya sudah kirimkan pesan kepada Presiden. Semua ormas preman yang bikin susah masyarakat, yang mengganggu masyarakat. Bubarkan,” tegas Rizieq.
Rizieq juga menyoroti ormas yang menurutnya merasa memiliki kedekatan dengan Presiden. Ia mengingatkan kedekatan dengan penguasa tidak boleh menjadi alasan untuk bertindak seenaknya.
“Organisasi preman sombong banget. Mentang-mentang merasa deket dengan presiden,” ujarnya.
Dia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan NU dan Muhammadiyah yang juga memiliki hubungan dengan pemerintah.
“Eh, NU juga deket dengan presiden. Tapi gak ada NU sombong begitu, saudara. Muhammadiyah juga deket dengan presiden. Gak ada Muhammadiyah sombong begitu, saudara,” kata Rizieq.
“Banyak pihak yang deket dengan presiden, gak ada sok jago di jalanan,” sambungnya.
Rizieq juga menyinggung dugaan kekerasan terhadap seorang warga lanjut usia. Menurut dia, tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan hanya karena pelakunya memiliki kedekatan dengan kekuasaan.
Ia kemudian menyatakan rasa syukur atas kebakaran yang terjadi di kantor GRIB Jaya, Jakarta, pada Senin (31/8/2026). Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dan kemudian membesar sehingga harus ditangani petugas pemadam kebakaran.
Rizieq menegaskan kembali bahwa ormas harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak boleh menjadi sumber keresahan maupun bertindak di luar hukum.

