Intime – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Rabu (5/8) dengan penguatan yang cukup signifikan. Mata uang Garuda menguat 55 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.972 per dolar AS, setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di Rp18.027 per dolar AS.
Kembalinya rupiah ke kisaran Rp17.900-an menjadi sinyal positif setelah dalam beberapa hari terakhir sempat berada di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Penguatan ini mengindikasikan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda di pasar keuangan, sekaligus mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap aset negara berkembang. Meski demikian, pergerakan rupiah masih diperkirakan akan dipengaruhi sentimen global, terutama arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan inflasi AS, serta dinamika geopolitik yang masih membayangi pasar.
Pelaku pasar juga akan mencermati arus modal asing dan prospek perekonomian domestik sebagai faktor yang menentukan apakah penguatan rupiah dapat bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Dengan penguatan 55 poin pada awal perdagangan, rupiah menunjukkan ruang untuk melanjutkan tren penguatan, meski volatilitas nilai tukar diperkirakan masih cukup tinggi seiring kuatnya sentimen eksternal.

