Rupiah Kian Tertekan, Sentuh Rp18.115 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Intime – Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah pada perdagangan Selasa (14/7) pagi. Mata uang Garuda turun 6 poin atau 0,03% ke level Rp18.115 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.109 per dolar AS.

Pelemahan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih belum mereda di tengah tingginya permintaan dolar AS dan masih kuatnya sentimen global. Meski pelemahannya relatif tipis, posisi rupiah yang bertahan di atas level Rp18.100 per dolar AS mengindikasikan tekanan terhadap pasar keuangan domestik masih cukup besar.

Pelaku pasar kini mencermati sejumlah faktor eksternal, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed), pergerakan indeks dolar AS, hingga dinamika geopolitik global. Dari dalam negeri, pasar juga menunggu langkah lanjutan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan.

Pergerakan rupiah dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi biaya impor, inflasi, serta beban pembayaran utang luar negeri, terutama bagi dunia usaha yang memiliki kewajiban dalam mata uang dolar AS.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini