Rupiah Menguat Tipis, Tapi Belum Aman dari Ancaman Tembus Rp18 Ribu

Intime – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pagi bergerak menguat tipis. Rupiah naik 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.515 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp17.529 per dolar AS.

Meski menguat, pergerakan rupiah masih berada dalam tekanan tinggi akibat sentimen global dan derasnya permintaan dolar AS di pasar domestik.

Penguatan tipis rupiah belum cukup menjadi sinyal pemulihan. Posisi mata uang Garuda masih berada di level rentan karena bertahan di kisaran Rp17.500 per dolar AS, jauh di atas batas psikologis yang selama ini dianggap aman pasar.

Tekanan utama datang dari masih kuatnya dolar AS di pasar global, ketidakpastian arah suku bunga The Fed, hingga meningkatnya kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi dunia.

Di sisi lain, pasar juga mulai mencermati kondisi fundamental domestik, terutama kebutuhan impor, pembayaran utang luar negeri, dan arus modal asing yang belum stabil. Jika tekanan eksternal kembali membesar, rupiah berpotensi kembali melemah dan membuka peluang menuju level Rp18 ribu per dolar AS.

Namun, peluang penguatan jangka pendek masih terbuka apabila Bank Indonesia terus agresif menjaga stabilitas pasar valas dan aliran dana asing kembali masuk ke pasar obligasi maupun saham Indonesia.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini