Rupiah Tertekan Parah! Dolar AS Mengganas, Sentuh Rp 17.376 di Tengah Ketidakpastian Global

Intime – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.38 WIB di pasar spot, rupiah melemah 50 poin atau 0,29% ke level Rp 17.376 per dolar AS.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sebelumnya. Pada penutupan perdagangan terakhir, rupiah tercatat turun 83 poin terhadap dolar AS, bahkan sempat menyentuh pelemahan hingga 95 poin di kisaran Rp 17.326.

Tekanan terhadap rupiah tak lepas dari menguatnya dolar AS. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut mendapat dorongan setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

Keputusan tersebut memicu ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter ketat akan bertahan lebih lama, meskipun peluang penurunan suku bunga masih terbuka pada akhir tahun.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memperbesar ketidakpastian global. Kondisi ini mendorong investor memburu dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Pelemahan rupiah juga sejalan dengan tren di kawasan Asia. Sejumlah mata uang tercatat melemah, seperti rupee India yang turun 0,32%, ringgit Malaysia melemah 0,38%, dan dolar Taiwan terkoreksi 0,27%.

Meski demikian, tidak semua mata uang Asia berada di zona merah. Yen Jepang menguat tipis 0,05%, diikuti dolar Singapura yang naik 0,02% serta won Korea Selatan yang menguat 0,15%. Sementara itu, peso Filipina juga mencatat penguatan sebesar 0,16%.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img