Intime – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menetapkan status bahaya (Siaga 1) di Pos Pantau Pintu Air Angke Hulu setelah tinggi muka air (TMA) mencapai 350 sentimeter pada Selasa (5/5) dini hari.
Berdasarkan informasi BPBD yang dilansir dari Antara, kenaikan volume air mulai terpantau signifikan sejak Senin (4/5) petang. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan serta kondisi cuaca mendung di wilayah hulu sungai.
Data Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mencatat, pada pukul 00.00 WIB, TMA di Pos Angke Hulu berada di angka 350 cm dengan status Siaga 1. Angka ini meningkat dibandingkan empat jam sebelumnya, yakni 320 cm pada pukul 20.00 WIB.
BPBD mengingatkan bahwa aliran air diperkirakan akan mencapai Pintu Air Cengkareng Drain dalam waktu sekitar tiga jam. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta segera melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan risiko kerugian dan korban.
Secara kronologis, kenaikan air di Angke Hulu terjadi bertahap sejak pukul 17.00 WIB dengan TMA 220 cm (Siaga 3). Dilansir dari Antara Ketinggian air kemudian naik menjadi 280 cm pada pukul 18.00 WIB (Siaga 2), meningkat lagi ke 295 cm pada pukul 19.00 WIB saat hujan gerimis, hingga akhirnya mencapai level bahaya pada pukul 20.00 WIB.
Sejumlah wilayah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara diprediksi terdampak aliran tersebut, antara lain Kembangan Selatan, Duri Kosambi, Rawa Buaya, Kembangan Utara, Kedaung Kaliangke, Cengkareng Timur, Kapuk, Kapuk Muara, serta Kamal Muara.
Sementara itu, kondisi pintu air lainnya juga menunjukkan peningkatan. Pos Pasar Ikan tercatat Siaga 2 dengan TMA 233 cm. Adapun Pos Manggarai (775 cm), Karet (510 cm), Pesanggrahan (180 cm), dan Sunter Hulu (180 cm) berada pada status Waspada (Siaga 3).
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Senin (4/5) telah menyebabkan banjir di 55 RT. Tiga ruas jalan utama di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat juga dilaporkan tergenang.
Ketinggian air di permukiman warga bervariasi, mulai dari 30 hingga 120 sentimeter. Jakarta Selatan menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 51 RT terendam, terutama di Kelurahan Petogogan yang mencatat 37 RT terdampak.
Genangan juga mengganggu akses transportasi di sejumlah titik strategis, seperti Jalan Swadarma, Jalan Ciledug Raya, dan kolong Tol JORR Meruya Utara, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter.

