Intime – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan partainya membuka peluang pasangan calon presiden dan wakil presiden wajib mendapat dukungan minimal dua fraksi di DPR. Namun, Doli menegaskan aturan tersebut harus sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Doli menyebut dukungan minimal dua fraksi bisa menjadi salah satu opsi setelah MK menghapus presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.
“Jadi prinsipnya kami setuju saja apabila mengemuka ada usulan syarat pencalonan pasangan calon harus didukung minimal 2 fraksi, sebagai salah satu opsi, dan tidak menutup kemungkinan ada opsi lain, selama opsi-opsi itu bukan didasari dari tafsir yang bertentangan dengan putusan MK,” kata Doli, Rabu (23/9).
Doli mengatakan Golkar masih mengkaji formula yang paling sesuai dengan putusan MK. Dia menyoroti arahan MK agar mekanisme pencalonan baru tidak menghasilkan pasangan calon tunggal ataupun jumlah pasangan calon yang terlalu banyak.
“Kami sedang mencari formula yang tepat sesuai dengan amanat yang diberikan Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK memang menghapuskan ambang batas percalonan Presiden-Wakil Presiden. Namun ada catatan yang memerintahkan kepada pembentuk Undang-Undang untuk melakukan constitutional engineering agar pada pencalonan itu nanti tidak boleh menghasilkan Calon pasangan tunggal dan Calon pasangan yang terlalu banyak,” jelasnya.
“Itu makanya kami Partai Golkar masih terus melakukan exercise, agar rekayasa konstitusi seperti yang dimaksud MK relevan,” imbuh Doli.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengungkap adanya usulan agar pasangan capres-cawapres minimal mendapat dukungan dari dua fraksi di DPR.
“Saya mendengar ada masukan yang jelas, bahwasanya pergantiannya model daripada dukungan pada presiden itu adalah berdasarkan dukungan sedikit-dikitnya dua fraksi,” kata Paloh di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).
Paloh menyatakan tidak mempermasalahkan wacana tersebut. Menurut dia, dukungan dua fraksi tetap dapat berarti dukungan suara yang cukup besar apabila parliamentary threshold ditetapkan tinggi.
“Menurut saya itu baik, sama saja sebenarnya. Dua fraksi kalau parliamentary threshold-nya tinggi kan, suaranya tinggi juga kan ya,” ujarnya.

