Intime – Partai Golkar pasang badan membela Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi nasional yang belakangan diterpa narasi pesimisme dan kekhawatiran bakal mengulang krisis 1998.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan situasi ekonomi Indonesia saat ini sangat berbeda dengan krisis moneter 1998. Menurutnya, pesimisme yang berkembang dipengaruhi cara pandang neoliberalisme yang terlalu menitikberatkan mekanisme pasar bebas.
“Ideologi Pancasila itu bukan liberalisme dan bukan sosialisme. Pancasila adalah jalan tengah. Hak individu diakui, tapi kepentingan sosial masyarakat juga harus dijaga,” kata Idrus, kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (24/5).
Idrus juga membela proyek strategis nasional yang kerap disebut sebagai proyek prestise. Menurut dia, banyak proyek besar tidak akan dilirik swasta karena membutuhkan investasi jumbo dan waktu pengembalian yang panjang.
Karena itu, kata dia, negara harus hadir melalui BUMN untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pemerataan pembangunan.
“BUMN jangan hanya dipandang sebagai entitas bisnis. BUMN adalah alat negara untuk menjaga stabilitas harga, distribusi energi, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan pembangunan merata,” ujarnya.
Idrus mengingatkan negara tidak boleh menyerahkan seluruh sektor ekonomi kepada pasar bebas. Jika kontrol negara lemah, ketimpangan sosial dan ekonomi akan semakin melebar.
“Kalau semuanya dilepas ke pasar, yang kuat akan semakin menguasai. Negara harus hadir menjadi penyeimbang agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu,” tegasnya.
Golkar pun meyakini Indonesia saat ini bukan sedang menuju jurang krisis, melainkan tengah membangun model ekonomi nasional yang mandiri, berdaulat, dan berkeadilan sosial sesuai semangat Pancasila.
Idrus turut mengajak publik melihat kebijakan Prabowo secara utuh, mulai dari sisi ideologi, konsep Astacita, hingga implementasi di lapangan.
“Kritik itu penting dalam demokrasi dan Prabowo tidak anti kritik. Tapi kritik juga harus menghadirkan optimisme, solusi, dan semangat persatuan,” pungkasnya.

