Intime – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkap dugaan praktik jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor di balik pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal itu disampaikan Dudung usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).
Saat ditanya apakah Dadan dicopot karena adanya dugaan jual beli dapur MBG, Dudung mengaku menerima banyak informasi terkait persoalan tersebut.
“Ya, kemungkinan besar seperti itu, banyak lah informasi-informasi ke beliau,” kata Dudung.
Ketika dipertegas kembali mengenai dugaan jual beli SPPG sebagai alasan pencopotan Dadan, Dudung menegaskan hal itu merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian pemerintah.
“Ya, salah satu faktornya itu,” ujarnya.
Dudung menegaskan Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Menurutnya, program tersebut menggunakan dana rakyat sehingga harus dikelola secara bertanggung jawab.
“Tapi presiden inginnya sempurna bahwa semua itu tidak ada terjadi sedikit pun ada yang menyimpang dari program beliau karena ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” ucap Dudung.
Mantan KSAD itu menyebut MBG merupakan program yang lahir dari niat baik pemerintah untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia. Karena itu, tata kelola dan pengawasan harus diperkuat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pribadi.
“Niat baik bapak presiden untuk mencerdaskan anak-anak melalui program MBG ini ya artinya tidak hanya sekedar makan saja tetapi manajemen ini memang harus kita atur sehingga tidak ada celah-celah penyimpangan,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti jajaran pimpinan BGN. Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya bersama dua wakil kepala BGN setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut.
Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6). Dalam keputusan itu, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana.

