Rupiah Belum Lepas dari Tekanan, Dibuka Melemah ke Rp18.029 per Dolar AS

Intime – Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (4/8) pagi. Pelemahan ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlanjut di tengah kuatnya sentimen global yang mendorong permintaan terhadap dolar AS.

Berdasarkan data pasar, rupiah turun 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp18.029 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di Rp17.997 per dolar AS.

Secara teknikal, pergerakan rupiah yang kembali berada di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal. Penguatan dolar AS di pasar global, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta sikap hati-hati pelaku pasar terhadap prospek suku bunga menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan rupiah.

Di sisi lain, investor juga masih mencermati perkembangan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset-aset aman (safe haven), termasuk dolar AS.

Pelaku pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan respons bank sentral, yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek. Selama sentimen eksternal belum mereda, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan berada di bawah tekanan.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini