Intime – Sentimen positif menyelimuti pasar keuangan domestik pada awal perdagangan Rabu (5/8). Setelah nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.972 per dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka di zona hijau, menandakan mulai pulihnya kepercayaan pelaku pasar.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 18,98 poin atau 0,30 persen ke level 6.338,59 pada pembukaan perdagangan. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut naik 1,25 poin atau 0,20 persen menjadi 636,46.
Penguatan yang terjadi secara bersamaan pada rupiah dan IHSG mencerminkan membaiknya sentimen investor setelah pasar sebelumnya dibayangi tekanan eksternal. Kembalinya rupiah ke bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS turut memberikan optimisme terhadap aset-aset domestik.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen global, mulai dari arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, hingga perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang.
Di dalam negeri, investor juga akan menunggu sejumlah data ekonomi dan kinerja emiten sebagai penentu apakah penguatan pasar pada awal perdagangan ini dapat berlanjut hingga penutupan.
Jika tren positif bertahan, penguatan rupiah dan IHSG berpotensi menjadi sinyal awal pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

