Rupiah Tembus Rp 18.050 per Dolar AS, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Bertindak Serius

Intime – Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.050 per dolar Amerika Serikat (AS) mendapat perhatian serius dari DPR. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengingatkan pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas kurs demi mencapai target ekonomi nasional tahun 2027.

Saan mengatakan pemerintah telah menetapkan target nilai tukar rupiah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Karena itu, kondisi rupiah yang kini berada di atas Rp18.000 per dolar AS menjadi tantangan besar yang harus segera direspons.

“Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal pemerintah untuk tahun 2027, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipatok di kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500,” kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).

Menurut dia, untuk mencapai target tersebut, seluruh otoritas yang memiliki kewenangan di bidang fiskal dan moneter harus bekerja lebih keras. Pemerintah bersama Bank Indonesia dinilai perlu memperkuat koordinasi guna meredam tekanan terhadap rupiah yang masih berlanjut.

“Untuk bisa mewujudkan nilai tukar rupiah berada di kisaran itu pada 2027, maka kondisi yang terjadi hari ini harus benar-benar ditangani secara serius oleh seluruh otoritas yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Saan optimistis pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan yang terjadi di pasar keuangan. Ia meyakini berbagai langkah stabilisasi akan terus dilakukan agar pelemahan rupiah tidak semakin dalam.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Ia menilai konsolidasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi langkah mendesak untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Menurut Cucun, koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia harus diperkuat agar respons terhadap gejolak pasar lebih efektif. Ia juga mengingatkan bahwa Bank Indonesia memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas kurs, termasuk intervensi pasar jika diperlukan.

“Yang harus dilakukan segera, siapa pun yang berinisiatif, baik Menteri Keuangan maupun BI, adalah melakukan konsolidasi fiskal dan moneter dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah ini,” kata Cucun.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis pagi tercatat menyentuh Rp18.028 per dolar AS, menjadi salah satu level terlemah yang pernah dicapai mata uang Garuda.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini