Intime – Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyoroti fenomena meningkatnya kunjungan warga negara asing (WNA), khususnya dari Singapura, ke Indonesia di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.
Menurut dia, kondisi tersebut memang memberikan keuntungan bagi sektor perdagangan, tetapi tidak boleh dibiarkan berlangsung tanpa perhatian terhadap dampak ekonomi yang lebih luas.
Wakil Ketua Umum PAN itu mengatakan terdapat banyak faktor yang mendorong wisatawan asing datang ke Indonesia. Namun, nilai tukar rupiah yang melemah membuat daya beli wisatawan asing meningkat sehingga Indonesia menjadi destinasi belanja dan kuliner yang menarik.
“Saya tidak bisa bicara spesifik soal kurs mata uang. Bukan bidang saya. Yang jelas, perbedaan kurs yang ada membuat WNA, terutama dari Singapura, banyak yang singgah untuk belanja. Mereka merasa ada keuntungan jika belanja langsung di Indonesia,” kata Saleh, Rabu (3/6).
Menurut dia, dari sisi pelaku usaha dan pedagang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan transaksi dan pendapatan. Barang dagangan menjadi lebih cepat terjual karena meningkatnya konsumsi wisatawan asing.
“Mereka tentu dapat keuntungan dari nilai transaksi yang ada,” ujarnya.
Meski demikian, Wakil Ketua Umum PAN itu mengingatkan agar pemerintah tidak menganggap fenomena tersebut sebagai sesuatu yang sepenuhnya positif. Ia menilai pelemahan rupiah tetap menyimpan risiko terhadap perekonomian nasional jika terjadi dalam jangka panjang.
“Fenomena ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Dampak negatif yang mungkin muncul bagi ekonomi kita harus dihindari,” katanya.
Saleh menegaskan bahwa kunjungan wisatawan asing seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Ia berharap Indonesia tidak hanya menjadi tujuan belanja karena kurs yang murah, tetapi juga mampu meningkatkan posisi ekonomi di tingkat regional.
“Justru sebaliknya, kunjungan mereka harus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Paling tidak, ekonomi Indonesia harus lebih unggul secara regional di kawasan ASEAN,” tuturnya.
Sebelumnya, media Singapura, The Straits Times, menyoroti meningkatnya minat warga Singapura berkunjung ke Jakarta meski muncul kekhawatiran terkait keamanan. Dalam laporannya, pelemahan rupiah disebut membuat Jakarta semakin menarik sebagai destinasi belanja dan kuliner bagi wisatawan negara tersebut.

